Sejarah, Perjalanan Sarat Makna

Mengulas sejarah hidup manusia bukan dimaksudkan untuk bernostalgia semata. Sejarah menjadi titik manusia melihat  dan membuat simpul kehidupannya yang sarat makna.

Hal tersebut dinyatakan oleh General Manajer CU Mandiri, Sr.Linda, SPM dalam kegiatan rekoleksi (4/01/14). Suster Linda mengajak staf CU Mandiri untuk merefleksikan kembali titik sejarah yang pernah ditorehkan selama bekerja di CU Mandiri.

Melalui kegiatan rekoleksi ini, para staf diundang untuk membagikan pengalaman pertumbuhan sejak bergabung di CU Mandiri hingga saat ini. Dalam refleksi, bukan sekadar melihat kelebihan dan kekurangan. Lebih dari itu, setiap pribadi diajak untuk melihat karya Allah dalam pekerjaan yang ditekuni saat ini.

“Jika perjalanan hidup hanya dijalani begitu saja tanpa makna, tanpa ada tujuan yang mau diraih, ia telah gagal sebagai manusia utuh,” kata Suster Linda.

Implementasi dari refleksi itu, Staf diajak membangun komitmen bersama melalui rencana kerja pribadi yang disatukan dengan rencana kerja lembaga sebagai buah dar irefleksi. “Rencana kerja sudah saya susun, bukan lagi menjadi wacana. Saya akan merealisasikan dalam kerja saya agar bisa menjadi yang lebih baik,” ungkap Rina, seorang staf TP Jember. (Firstby)

Baca juga:


Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: